“Belum ada Judul”

Posted: 19/03/2013 in Uncategorized

*Bagas Pratama sebagai Pak guru

*Agung Desta Rahmadan sebagai Agung(Ketua kelas)

*William Brades sebagai William

*Erce Peronika sebagai Erce

 

“BELUM ADA JUDUL”

Kelas dimulai dan siswa-siswi mulai masuk ke kelas.Tak lama kemudian,Pak guru masuk ke kelas dan siswa-siswi bergegas untuk berdo’a lalu memberi salam.

Pak guru    : (Masuk ke kelas,lalu duduk di kursi guru) Ehm.

Agung        : Marilah teman-teman,sebelum kita belajar,kita berdo’a

                    bersama-sama.Berdo’a mulai (Berdo’a dalam hati),

                    selesai. 

Murid        : Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pak guru   : Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

                    Gung,tolong ambilkan tas bapak di kantor Gung.

Agung      : Iya pak. (Mengambil tas Pak guru,lalu memberikannya

                   Kepada Pak guru)

Pak guru   : Terima kasih,ya. Sebelumnya,Bapak absen dulu,ya.

                   (Membuka buku Absensi siswa).Agung Desta Rahmadan!

Agung      : Hadir Pak!

Pak guru  : Agus.

Agung      : Agus menambal gigi pak,dia kirim email semalam.

Pak guru  : Oh..Iya,Tidak masalah,bagusnya memang begitu.Yang

                  Selanjutnya,Abdul Muhaimin.

William   : Pegi ke kebun pak.

Pak guru  : Abdul Mujib.

Erce        : Berdagang Pak.

Pak Guru : Aswad.

Agung     : Aswad Operasi Pelastik Pak,katanya dia ingin kulitnya  

                  putih.

Pak guru : Badar..

Erce        : Badar tidak ada kabar Pak.

Pak Guru : Bedul.

William  : Bedul kabarnya ninggal pak.

Pak guru : Innalillahi wainnailaihi raji’uun.Kalau kabarnya ninggal,

                 Nanti malam kita ke rumahnya,ya. Makan ayam..

                 Selanjutnya,Erce.

Erce        : Hadir pak.

Pak guru : Muna.

William  : Nikah Pak.

Pak guru : Lho,mengapa tidak mendundang? Selanjutnya,Mujib.

Agung    : Sakit pak.

Pak guru : William.

William  : Hadir Pak..

Pak guru : Cuma kalian bertiga yang hadir?

Murid     : Ya pak.

Pak guru : Baiklah,kalau begitu,kita lanjutkan pelajaran Bahasa

                 Inggris kemarin,ya. Kemarin sudah sampai dimana?

Erce        : Kalau tidak salah Present continuous tense pak.

Pak guru : Oh,iya,iya. Kalian sudah paham ‘kan?

Agung    : Belum pak.

Pak guru : Waduh,kenapa bisa belum paham? Biar bapak jelaskan

                  Lagi,ya.

Murid     : Iya Pak.

Pak guru :Present continuous tense,bentuk kalimat di waktu sekarang,

                atau sedang terjadi.Ada yang masih ingat rumusnya?

Murid     : (Menggelengkan kepala) Tidak pak.

Pak guru : Goblok sekali kalian.Masak rumus Present continuous

                 Tense saja tidak tahu.(Menulis di papan tulis) Rumusnya

               yaitu : Subject+tobe+Ving+Object..Catat!

Murid      : (Mencatat)

Pak guru  : Contohnya, “Agung sedang makan nasi”..Ada yang tahu

                   Kalimat Bahasa InggrisNya?

Erce         : (Mengacungkan jari) Saya pak!

Pak guru  : Ya,silahkan.

Erce        : “Agung is eaten rice”,pak!

Pak guru  : Lho,artinya “Agung dimakan nasi”,ya?

Erce         : (Bingung)Tidak tahu pak.

Agung     : Hei,Erce! Hati-hati kalau bicara!

Pak guru : Sudah,sudah! Erce, kenapa bisa begitu kalimatNya?

Erce         : Tidak tahu pak.

Pak guru : Lho,kenapa bisa menjawab kalau tidak tahu? Agung,

                 Bagaimana menurut kamu?

Agung     : “Agung is eating rice” Pak!

Pak guru  : Nah,itu baru benar.Ingat,kalau di kalimat itu ada tobe,

                  Berarti,kata kerjaNya selalu Verbing. Kecuali pada bentuk

                  Passive voice, mengerti?

     Selagi Pak guru menjelaskan,ternyata murid sedang membicarakan hal di luar pelajaran.

 

William    : Ehm. Agung,nanti sore kita jalan-jalan,ya?

Agung      : Entahlah.Kalau aku tidak ada kerjaan,datang saja ke

                   rumahku.

Pak guru  : Hei! Nanti dulu bicaranya! Dengarkan,ya..Bapak tidak

                  Segan-segan untuk menampar kalian. Silahkan panggil

                  Orang tua kalian.Bapak tidak takut.

Erce         : (Berdiri) Permisi pak.

Pak guru  : Mau kemana kamu!?

Erce         : Ke WC siswa pak,buang air besar (Sambil merengek

                   kesakitan).

Pak guru  : Ah! Nanti dulu,duduk! Bapak tampar baru tahu rasa

kalian. William!

William  : Heh! Iya pak.

Pak guru : Ngerti kamu,apa yang bapak katakan!?

William  : Ngerti pak.

Pak guru : Kamu ini.Bagaimana kalian mau menghadapi Ujian

                  Nasional kalau begini? 20 Paket!

Murid     : Iya pak,kami minta maaf.

Pak guru : Ya sudah,kalau begitu.Sebentar lagi istirahat.Simpanlah

                  Buku kalian.

 

            Tak lama kemudian,bel tanda istirahat berbunyi.Pak guru pergi meninggalkan kelas dengan wajah marah.

Erce       : Seram sekali pak guru.

William : Gung,soal yang tadi,jadi ‘kan?

Agung    : Ya pastilah.Datang saja ke rumahku nanti sore.

William  : Awas ya kalau tidak ada di rumah.Ku jitak kepalamu,

                 Gung!

Erce       : Eh,aku boleh ikut tidak?

William : Ada yang sedang bicara ya,Gung?

Agung   : Entahlah. Ayo kita ke kantin saja.

Erce       : Ayo.

 

          Erce merasa dijauhi oleh teman-temannya.Mungkin,karena William sudah punya mobil baru,dia dan Agung berlagak sombong sekali di depan Erce yang sangat setia kawan itu.Saat pulang sekolah,Agung diajak William untuk pulang bersamanya naik mobil baru William. Sedangkan Erce yang selalu mengajak keduanya untuk pulang bersama naik Oplet tua peninggalan kakeknya sama sekali tidak dihiraukan oleh mereka.Astaghfirullahaladzeem!

Erce       : Gung,tunggu saja di pintu gerbang,ya.Aku ambil

                 Oplet dari lapangan parkir dulu.

William : Mendingan pulang bersama aku saja,Gung.Kita naik mobil

                Fortuner,bukan sembarang mobil.Bagaimana?

Agung   : Boleh juga.Kutunggu di pintu gerbang,ya?

William : Ya.

Erce      : (Dengan wajah lesu dan murung) L Ya sudahlah,

                aku pulang sendiri saja.

 

Sesampainya di rumah,Erce menerima SMS(Layanan pesan singkat telepon genggam) dari William. Isi SMS itu adalah “,Selamat siang.Apakah ini rekan dari korban yang bersangkutan? Jika benar,segera temui korban di jurang Tikungan Puyang.Harap membawa keluarga korban.Mobil diketahui bernama Fortuner,belum ada Plat.Terima kasih,Kepala Patroli wilayah Muara Enim-Prabumulih”. Ternyata Agung dan William jatuh ke jurang Tikungan Puyang,mereka dalam keadaan Kritis.Mungkin ini adalah akibat dari kelakuan sombong mereka terhadap Erce selama ini.Wallahua’lam.

Jadi,pesan yang dapat diambil dari Naskah Drama kami yang singkat ini adalah Jangan pernah berkelakuan sombong,walau bagaimanapun keadaannya,walau dimanapun tempatnya,siapapun itu”

          Cukup sekian Naskah Drama kami,jika ada kalimat atau kata yang menyinggung pembaca sekalian,janganlah disimpan di hati. Karena itu semua kami lakukan demi kelengkapan Naskah Drama ini.Dan setiap manusia pasti mempunyai kesalahan masing-masing.Keep smile.***

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s